Di antara delapan bersaudara, Arifin mengaku berparas paling jelek.
Anak kedua Mohammad Adnan, penjual sate keturunan kiai, ini
menggeluti kegiatan puisi dan teater sejak di SMP. Bersekolah di
Yogyakarta, ia bergabung dengan Lingkaran Drama Rendra, dan menjadi
anggota Himpunan Sastrawan Surakarta.
Sajak pertamanya, Langgar Purwodiningratan, mengenai masjid tempat ia
bertafakur. Naskahnya Lampu Neon, atau Nenek Tercinta, memenangkan
sayembara Teater Muslim, 1967. Ia kemudian bergabung dengan kelompok
teater tersebut.
Setahun kemudian, selesai kuliah di Fakultas Sosial Politik
Universitas Cokroaminoto, ia pindah ke

