Tampilkan postingan dengan label OBITUARY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OBITUARY. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2008

Arifin C Noer (28 Mei 1995-2005)


Di antara delapan bersaudara, Arifin mengaku berparas paling jelek.
Anak kedua Mohammad Adnan, penjual sate keturunan kiai, ini
menggeluti kegiatan puisi dan teater sejak di SMP. Bersekolah di
Yogyakarta, ia bergabung dengan Lingkaran Drama Rendra, dan menjadi
anggota Himpunan Sastrawan Surakarta.
Sajak pertamanya, Langgar Purwodiningratan, mengenai masjid tempat ia
bertafakur. Naskahnya Lampu Neon, atau Nenek Tercinta, memenangkan
sayembara Teater Muslim, 1967. Ia kemudian bergabung dengan kelompok
teater tersebut.
Setahun kemudian, selesai kuliah di Fakultas Sosial Politik
Universitas Cokroaminoto, ia pindah ke

Teguh Karya (1937-2001)

Terlahir dengan nama Liem Tjoan Hok, di Pandeglang, Jawa Barat, 22
September 1937, Teguh Karya yang oleh rekan terdekatnya akrab
dipanggil Om Steve, adalah sutradara film pelanggan piala citra. Dia
layak disebut suhu teater Indonesia yang banyak melahirkan sineas-
sineas terkemuka. Bagi para seniman ia dianggap sebagai bapak, guru,
sekaligus teman.

Beberapa aktor-aktris film Indonesia yang layak disebut sebagai
bentukan Teguh, sebab mereka menjadi berjaya dan populer setelah
membintangi film-film Teguh Karya, antara lain Slamet Rahardjo
Djarot, Nano Riantiarno, Christine Hakim, Franky Rorimpandey, Alex
Komang, Dewi Yul, Rae Sahetapi, Rina Hasyim, Tuti Indra Malaon (Alm),
George Kamarullah, Henky Solaiman, Benny Benhardi, Ninik L. Karim,
dan Ayu Azhari.

Setali tiga uang, Teguh pun seakan menjadi abadi sebagai sutradara
terbaik spesialis peraih Piala Citra, untuk setiap karya-karya film
terbarunya. Dan bersamaan itu, film yang disutradarainya, sering pula